SlideShow
1 / 3
Kegiatan Baitul Arqom
2 / 3
Pelatihan DapenMU
3 / 3
Jerapah

SOSIALISASI LAPORAN AKTUARIS & RENCANA MIGRASI PROGRAM PENSIUN

Yogyakarta, 31 Oktober 2025 —Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah (DapenMu) menggelar silaturahim tahunan dengan Pendiri dan Mitra Pendiri di SM Tower Yogyakarta pada Kamis, 30 Oktober 2025 pukul 13.00 WIB.
Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil valuasi aktuaria per 31 Desember 2024 sekaligus menyampaikan rencana migrasi program dari Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) ke Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).

Dalam sambutannya, Dede Haris Sumarno, Direktur Utama DapenMU menegaskan bahwa dalam menghadapi perkembangan situasi dan kondisi terkini, Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah siap beralih program, dari PPMP ke PPIP. Hal ini sebagai upaya menjaga keberlanjutan lembaga. Ia menjelaskan bahwa perubahan ini memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk tetap menjaga kesejahteraan pegawai pada masa purnatugas dan untuk menjaga keberlangsungan Amal Usaha Muhammadiyah di masa depan.

“Perhatian terhadap pegawai harus tetap ditunaikan, tetapi keberlanjutan amal usaha juga penting. Dengan Program Pensiun Iuran Pasti, dua-duanya bisa berjalan seiring sejalan,” ujar Dede.

Ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., dalam sambutannya, menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan keberlanjutan DapenMu, agar tetap memberikan manfaat besar bagi seluruh pegawai yang berkhidmat di Amal Usaha Muhammadiyah.

Also Read:

Sayuti mengungkapkan bahwa DapenMu saat ini mengelola aset sekitar Rp715 miliar dan menargetkan peningkatan hingga Rp1 triliun pada tahun 2027. Ia juga menyoroti tanggung jawab besar Muhammadiyah yang menaungi 5.523 sekolah, 128 rumah sakit, dan 440 pondok pesantren, sehingga diperlukan pengelolaan dana pensiun yang sehat dan transparan.

Dalam analoginya, Sayuti menggambarkan DapenMu layaknya tubuh manusia yang harus “sehat” di segala aspek baik dari sisi keuangan, sistem, maupun tata kelola aset. Menurutnya, kesehatan dana pensiun tidak hanya diukur dari keuntungan, tetapi juga dari akuntabilitas dan kemampuan mengantisipasi perubahan ekonomi. Ia turut mengajak seluruh jajaran pimpinan, termasuk wakil rektor dan direktur keuangan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah, untuk memperkuat kolaborasi demi memperluas manfaat DapenMu bagi pegawai di seluruh Amal Usaha Muhammadiyah.

“Mohon doa Bapak dan Ibu agar kami di Dewan Pengawas dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan memastikan bahwa manfaat DapenMu bisa dirasakan oleh seluruh pegawai Muhammadiyah,” tutur Sayuti.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil valuasi aktuaria per 31 Desember 2024 oleh Wahyudi Agung Wibowo dari Kantor Konsultan Aktuaria (KKA) Agus Susanto, Jakarta.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Mitra Pendiri DapenMu ini (39 pemberi kerja), baik luring maupun daring, diakhiri dengan mendengarkan pernyataan masing-masing wakil mitra Pendiri terhadap Keputusan Pendiri DapenMU terkait migrasi DapenMU dari PPMP ke PPIP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post